Rektor Unsultra Dorong Rusunawa Untuk Peningkatan Prestasi Mahasiswa

Keterangan Gambar : Kementrian PUPR resmi menyerahkan pengelolaan dan pemanfaatan Rusunawa kepada Rektor Unsultra Priof Andi Bahrun,Senin (13/4/2020)

KENDARI – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendorong pembangunan Rumah Susun Sewa (Rusunawa) untuk mahasiswa di berbagai universitas yang ada di seluruh Indonesia. Salah satunya lewat pembangunan Rusunawa di Kampus Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra).

Pengelolaan dan Pemanfaatan Rusunawa Mahasiswa resmi di serah terimakan oleh Kementerian PUPR di Gedung Utama Unsultra Senin,13 April 2020. Rektor Unsultra Prof Andi Bahrun berharap, dengan diresmikan pengelolaan dan pemanfaatan pembangunan Rusunawa mahasiswa ini, mampu mendorong pemerataan pendidikan serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan di tingkat perguruan tinggi Unsultra.

Dikatakannya, Rusunawa mahasiswa merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong pemerataan serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan di tingkat perguruan tinggi Unsultra.

“Kami bangga dan sangat bersyukur kepada Allah SWT, serta berterima kasih dengan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dari pusat hingga daerah dukungan pemerintah daerah bisa menyelesaikan Rusunawa Mahasiswa dengan tuntas dan juga sangat resepentatif fasilitas baik gedung maupun perobotan didalamnya lengkap,” ujar Andi Bahrun, Selasa (14/4/2020).

Kata Andi, Rusunawa merupakan impian dan harapan mahasiswa dan civitas akademik. Rusunawa ini akan dihuni bagi mahasiswa daerah terpencil dan sekitarnya yang tidak punya rumah di Kota kendari.

“Memang desain rusunawa ini benar-benar menjadi tempat bagi mereka untuk bernaung diri dalam mencapai cita-cita mahasiswa. Kita ingin penghuni asrama mereka benar-benar menjadi calon pemimpin masa depan. Olehnya itu Rusunawa ini kami beri nama Asrama mahasiswa calon pemimpin masa depan Unsultra,” katanya.

Sehingga dalam waktu dekat, sambung Andi, pihaknya akan membentuk tim pengelola dan program kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan dalam asrama.

Ditempat yang reseptentatif ini ujar Andi, pengelola asrama lebih terbentuk lagi peningkatan kecerdasan speritual, emosional, sosial, kecerdasaan kinestetik kemampuam berolahraga dan kesehatan. Disamping itu, kecerdasan lain kompetensi literasi lain yakni kemampuan berbahasa asing.

Andi bilang, kepada mereka yang tinggal di asrama dapat memacu diri untuk lebih berinovasi menjadi contoh bagi mahasiswa lain. Hal itu sebagai wujud rasa syukur kemereka bahwa pemerintah punya perhatian peningkatan kualitas pendidikan di perguruan tinggi.

Dosen Universitas Halu Oleo menambahkan, asrama pemimpian masa mahasiswa dapat dikelola berbasis digital sistem. Dengan lebih meningkatkan eksitensi kepercayaan dan menunjukan kampus berdaya saing, untuk menyonsong erat persaingan globalisasi revolusi 4.0.

Lebih detail lagi Andi Bahrun menerangkan, terkait persoalan anggaran, pelaksanaan mega proyek yang lebih tau kementerian PUPR. Pihaknya tidak pernah tau baik dalam proses lelang. Akan tetapi berdasarkan informasi bahwa oleh PPK nya total anggaran sekitat Rp 22 Miliar.

“Dimana Rp 20 Miliar, untuk fisiknya dan Rp 2 Miliar, untuk fasilitas dan perabot di dalamnya dan lengkap untuk kebutuhan di dalam mahasasiwa siap tinggal. Ruangannya pun cukup representatif berjumalah 64 kamar dan menampung sekitar 250 mahasiswa,” jelasnya.

Laporan: La Ismeid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *