Rajiun Heran, Ikut Bukber dan Halal bi Halal di Muna Bisa Dipecat

Keterangan Gambar : Bupati Mubar, LM Rajiun Tumada Saat Bersalaman dengan Masyarakat Kelurahan Kontumolepe, Kec Tongkuno (Foto: Sacriel)

Potretsultra

MUNA – Acara Buka Puasa Bersama alias Bukber dan Halal bi Halal di Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mestinya mendatangkan berkah, namun malah berbuntut polemik bagi sejumlah orang.

Pasalnya, beberapa pegawai, pengabdi, honorer, serta kepala lingkungan di Kabupaten Muna dimutasi (dipindahkan) dan dipecat akibat hanya sekedar ikut Bukber atau acara Halal bi Halal. Hal itu diungkapkan oleh Bupati Muna Barat (Mubar), LM Rajiun Tumada. Kata dia, beberapa orang tersebut dipecat dan dimutasi hanya karena ikut Bukber atau Halal bi Halal bersama Bupati Muna Barat.

“Kasian mereka, hanya karena hadiri kegiatan Halal bil Halal dan buka puasa bersama saya, mereka dimutasi dan dipecat,” ungkap Rajiun, Jumat (14/06/2019).

Dikatakannya, kegiatan Halal bil Halal ini penting, sebagai momentum bersilaturahim. Namun yang terjadi di beberapa titik kegiatan Halal bil Halal banyak masyarakat dilarang dan dihalang-halangi untuk menghadiri kegiatan Halal bil Halal.

“Mereka dilarang dan dihalangi karena ada saya di kegiatan Halal bil Halal dan mereka yang melarang dan menghalangi dalam kegiatan silahturahmi berarti sama saja memustuskan hubungan kekeluargaan, Naudzubillah,” ucapnya.

Rajiun mengungkapkan, memang ada kasus terkait mutasi dan pemecatan tersebut yang ada kaitannya dengan kegiatan Halal bi Halal di Lorong Labora Kelurahan Laiworu dan Kecamatan Kabangka serta kegiatan buka puasa di Jompi, di Lomos, di Lorong PAM dan di beberapa titik lainnya. Padahal Rajiun hanya diundang oleh masyarakat sehingga dirinya memenuhi undangan tersebut.

“Saya heran dengan kejadian ini, saya hanya diundang masyarakat makanya saya hadir. Olehnya itu saya minta maaf pada para pengabdi, honorer dan pegawai serta staf kalau bisa jangan dekat-dekat Rajiun, nanti kalian di pindahkan dan di pecat,” tuturnya.

Sekali lagi, Rajiun menyampaikan bahwa Kabupaten Muna dan Mubar terpisah dari sisi admistrasi tetapi dari sisi bahasa, adat dan budaya Kabupaten Muna dan Mubar tidak dapat dipisahkan sebagai suku Muna yang lahir dari empat pilar yakni Fatoghoerano.

“Kita semua satu, mari menjaga kita menjunjung tinggi falsafah kita sebagai Suku Muna yang saling menghargai, menghormati dan gotong royong guna membangun daerah yang kita cintai,” tutup Panglima Besar BSB Sultra ini.

Laporan : Sacriel
Editor: Jubirman

Potretsultra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *