Mengenang Laba’a: Pertahankan Tanah Warisan, Menolak Tambang Hingga Napas Terakhir

Keterangan Gambar : Gambar Acara Mengenang Laba'a 1941 - 2020 (Foto: IST)

KONAWE KEPULAUAN –Laba’a, Petani yang menolak tunduk pada intimidasi dan rayuan perusahaan tambang itu telah wafat. Tepatnya pada 3 Juli 2020 lalu.

Kepergian Laba’a, tak sebatas meninggalkan duka bagi keluarga, warga Pulau Wawonii, dan para jejaring perlawanan tambang di pulau mungil-kecil itu, tetapi juga meninggalkan pesan penting ihwal pentingnya menjaga tanah warisan dari cengkraman korporasi tambang.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Kampanye Nasional dari Jaringan Advokasi Pertambangan (JATAM) Melky Nahar. Dia menilai, Laba’a yang meninggal dalam usia 79 tahun, dikenal teguh dalam prinsip. Laba’a tak terbuai dengan janji dan tawaran bombastis pihak korporasi, sebaliknya, semakin konsisten menolak tambang, meski diperhadapkan pada persoalan hukum dilaporkan ke Polda Sulawesi Tenggara.

“Laba’a menyadari seluruh risiko itu, dan tak pernah gentar. Semua untuk keselamatan dan masa depan diri, keluarga, dan sesama warga pulau Wawonii,” ujar Melky kepada Potretsultra.com, Rabu (5/8/2020) dalam rilis persnya.

Untuk mengenang kepergian Laba’a, lanjut Melky, sejumlah pihak yang pernah berinteraksi dengan perjuangannya, berhimpun diri untuk merayakan perjuangan Laba’a dalam mempertahankan tanah warisan di Pulau Wawonii.

“Anda semua kami undang,” katanya.

Dialog bertajuk ‘Mengenang Laba’a 1941 – 2020’ itu mengangkat tema ‘Pertahankan Tanah Warisan, Menolak Tambang Hingga Napas Terakhir’. Agenda ini direncanakan akan dilaksanakan Kamis Besok (6/8/2020) Pukul 19.00 – 22.30 Wita yang akan tayang Live di akun Facebook, Twitter, dan Youtube milik LBH Kendari, LBH Makassar, KIARA, KontraS, Trend Asia, JATAM, Bersihkan Indonesia, dan AJI Kendari.

Agenda Mengenang Laba’a ini akan dipandu langsung oleh Melky Nahar sebagai moderator dengan menghadirkan sejumlah pembicara yakni Abarudin (warga Pulau Wawonii), La Ode Pandi Sartiman (AJI Kendari), Edy Kurniawan (YLBHI LBH Makassar), dan Merah Johansyah (JATAM).

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *