Mengenal Sosok Farid: Sang Legislatir yang Merakyat dan Tampil Sederhana

Keterangan Gambar : Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Konawe Kepulauan, Muhammad Farid, SE (Foto: IST)

Potretsultra

KONAWE KEPULAUAN – Berjuang menyuarakan aspirasi rakyat melalui pintu DPRD atau DPR merupakan ikhtiar dari para politisi agar pembangunan tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat, daerah, bangsa, dan negara.

Atas dasar ikhtiar dan niatan itu lah yang membuat Muhammad Farid harus terjun ke dunia politik. Ia berkarir menjadi politisi, memperjuangkan hak-hak dan suara rakyat agar tersampaikan ke pimpinan eksekutif selaku pengambil kebijakan. Farid diamanahkan menjadi Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) untuk periode 2019 – 2024.

Di seantero jazirah Wawonii, siapa yang tidak mengenal nama Muhammad Farid? Karakternya yang merakyat, sederhana dan selalu tampil apa adanya membuat ia dekat dengan rakyat. Jiwa sosial yang tinggi kerap kali disematkan padanya, karena Farid selalu hadir di tengah-tengah kesulitan saat warga membutuhkan uluran tangan dan meminta pertolongan.

Politisi Partai Golkar ini selalu membantu masyarakat tanpa mengenal entah ia lawan politik atau bukan. Memang demikianlah seharusnya politisi, apalagi diamanahkan menjadi anggota DPRD selaku perwakilan dan penyambung lidah rakyat di Dapilnya.

Terjun Politik dan Berkader di Golkar

Muhammad Farid, SE terjun ke dunia politik sejak tahun 2004 lalu. Ia berkader dan berkarir di Partai Golongan Karya (Golkar). Sebelum ke politik, Farid memang sempat magang di Jepang selama 3 tahun yakni pada 1997 sampai tahun 2000.

“Saya awalnya itu magang di Jepang, tiga tahun saya disana, sepulang dari Jepang itu lah kemudian bergabung ke dunia politik, dan masuk berkader ke Partai Golkar,” ujar Farid saat ditemui beberapa waktu lalu di sela-sela kesibukannya sebagai Anggota DPRD Konkep.

Karirnya di partai berlambang pohon beringin itu memang terbilang cukup melejit. Di awal-awal karirnya, ia langsung dipercaya oleh Partai Golkar menjabat sebagai Ketua Pimpinan Kecamatan Wawonii Timur pada tahun 2004.

Setahun kemudian tepatnya di tahun 2005, Farid diangkat menjadi pengurus Partai Golkar tingkat kabupaten yang saat itu Wawonii masih belum mekar dari Kabupaten Konawe. Disana, ia dipercayakan untuk menjabat Wakil Bendahara Partai Golkar.

“Saat di Konawe dulu tahun 2005, saya sempat dipercaya menjabat sebagai Wakil Bendahara Partai Golkar,” tuturnya.

Terpilih dan Duduk di DPRD

Menjadi politisi dan memperjuangkan aspirasi rakyat akan terasa lebih lengkap dan paripurna jika mencoba mencari peruntungan melalui jalur Calon Legislatif (Caleg). Niatan dan hajatan mulia itulah yang mendorong Muhammad Farid ikut berkompetisi di arena Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 lalu.

Farid turun ke masyarakat, meminta doa dan restu menuju Pilcaleg. Ia masuk ‘door to door’ ke rumah-rumah warga, menyampaikan hajatan dan niatan besarnya menyuarakan aspirasi rakyat lewat pintu ber-DPRD.
Walhasil, Farid terpilih dan duduk menjadi Anggota DPRD Kabupaten Konawe Kepulauan periode 2014 – 2015. Ada 20 orang yang dilantik menjadi anggota DPRD Konkep perdana saat itu.

Terpilihnya Farid duduk di kursi Anggota Legislatif (Aleg) membuat partai besutan Airlangga Hartarto itu mempercayakan Farid menjadi Ketua DPD II Partai Golkar Konkep sejak tahun 2016 sampai sekarang.
Saat duduk sebagai Aleg DPRD Konkep 2014 – 2019, Muhammad Farid benar-benar memperjuangkan suara dan aspirasi rakyat di Dapilnya. Ia kerap kali tampil sederhana, apa adanya, dan dekat dengan masyarakat. Modal inilah yang membuatnya kembali terpilih menjadi anggota DPRD Konkep di periode 2019 – 2024.

Bahkan tak tanggung-tanggung, sang legislator ‘jagoan’ dari Wawonii Tenggara ini berhasil mengoleksi 592 suara sah pada Pileg 2019 lalu dari Dapil Kecamatan Wawonii Tenggara dan Wawonii Selatan. Ia disebut-sebut sebagai pemilik suara sah terbanyak di luar akumulasi partai se Kabupaten Konkep.

Partai Golkar di bawah nahkoda Farid memang terbilang cukup berhasil. Karena pada Pileg 2019 lalu, ia berhasil memboyong 3 kursi ke DPRD Konkep. Selain dirinya, dua nama lain yang juga duduk di DPRD Konkep yakni Lukman (Dapil Wawonii Barat – Wawonii Tengah) dan H. Ishak (Dapil Wawonii Utara – Wawonii Timur Laut – Wawonii Timur).

Keberhasilan Farid dalam mengantarkan Partai Golkar meloloskan 3 kader terbaiknya ke DPRD Konkep dinilai luar biasa. Pasalnya, hanya 4 partai besar yang mampu mengantarkan kadernya 3 kursi sekaligus. Diantaranya Partai Demokrat yang dinahkodai Bupati Amrullah, Partai Amanat Nasional yang diketuai Musdar yang juga Ketua DPRD Konkep, dan PKB yang dipimpin Imanuddin. Di tangan Farid, Golkar mampu mensejajarkan diri dengan partai-partai besar tersebut. Sehingga tidak berlebihan jika ia didapuk menjadi Ketua Komisi III DPRD Konkep periode 2019 – 2024.

Menatap Arena ‘2024’

Pemilu tahun 2024 sudah tak lama lagi. Sejumlah tahapan administrasi partai oleh KPU sudah mulai dijalankan. Tinggal para petarung di arena 2024 mulai mempersiapkan diri. Namun yang menarik adalah, ada arena Pileg dan Pilkada yang bakal digelar di tahun yang sama.

Saat ditanyai soal arena Pilkada Konkep tahun 2024 mendatang, Farid mengaku masih fokus menjalankan tugasnya sebagai Ketua Komisi III dan Anggota DPRD Konkep. Karena kata dia, Pemilu 2024 masih jauh sedangkan tugas-tugas ber-DPRD masih sedangkan dijalankan.

“2024 itu masih jauh, kita masih fokus menjalankan amanah rakyat sebagai perwakilannya di DPRD,” tegasnya.

Yang pasti kata Farid, selaku Ketua Partai Golkar tentunya juga harus mempersiapkan segala sesuatu dengan berbagai strategi dan taktik disertai pertimbangan-pertimbangan yang matang. Minimal, 3 kursi DPRD yang diperoleh partai berlambang pohon beringin itu pada 2019 lalu masih dipertahankan di Pileg 2024 nanti.

Laporan: Redaksi

Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *