Logam Nikel dan Zaman Digital

Keterangan Gambar : Sekjen DPN MPI, Tayeb Demara

Potretsultra

OPINI – Unsur logam di alam bebas merupakan komoditas berharga yang penting untuk menunjang kehidupan manusia.

Itulah sebabnya kemajuan teknologi terus dimanfaatkan untuk modifikasi logam sehingga bisa menghasilkan produk-produk berkualitas. Salah satu unsur logam yang erat kaitannya dengan kebutuhan masyarakat modern adalah nikel.

Apa Itu Nikel?

Nikel merupakan mineral tambang yang keras tetapi bisa dibentuk. Mineral ini pertama kali ditemukan oleh Cronstedt pada tahun 1971 dan diberi nama kupfernickel (nikolit).

Awalnya, nikel dianggap sebagai logam pengotor pada tembaga. Namun, kemajuan teknologi membuat para peneliti berhasil mengungkap manfaat nikel sebagai logam berharga.

Dalam kondisi murni, logam dengan lambang kimia Ni ini bertekstur lembek. Sifat fisiknya tahan karat dan dapat bertahan dari paparan suhu ekstrim. Meskipun teksturnya lembek, nikel yang dipadukan dengan besi dan krom akan menghasilkan baja tahan karat (stainless steel) yang kuat tetapi ringan.

Manfaat Nikel dalam Kehidupan Sehari-hari
Beberapa manfaat nikel yang erat kaitannya dengan kebutuhan sehari-hari adalah sebagai berikut:

Bahan Dasar Stainless Steel untuk Peralatan Dapur

Campuran nikel, besi, dan krom yang menghasilkan stainless steel (baja tahan karat) hingga saat ini dimanfaatkan untuk membuat peralatan dapur, contohnya sendok garpu, panci, wajan, dan lainnya.

Ketiga bahan tersebut menghasilkan karakter logam yang kuat, mampu menjadi penghantar listrik, serta tidak mudah teroksidasi oleh air dan udara. Itulah sebabnya peralatan dapur berbahan stainless steel tergolong awet, tak mudah berkarat, dan mampu menghantarkan panas dengan baik.

Material Pembuatan Koin

Sifat nikel yang liat tetapi mudah dibentuk dan anti karat juga dimanfaatkan sebagai material pembuatan uang koin. Jika dibandingkan dengan aluminium, nikel memiliki tekstur yang lebih padat dan bobot lebih berat. Bank Indonesia (BI) pertama kali memperkenalkan uang logam pecahan Rp1.000 berbahan dasar nikel pada tahun 2010.

Pembuatan Rangka Otomotif

Kandungan nikel dalam besi baja membuat kekuatan dan daya tahannya lebih baik daripada besi baja yang terbuat dari campuran aluminium. Kelebihan tersebut membuat nikel juga dimanfaatkan untuk pembuatan rangka otomotif untuk menghasilkan rangka yang awet karena tidak gampang rusak.

Nikel juga membuat rangka otomotif tampak lebih mengkilap sehingga terkesan mewah. Beberapa komponen kendaraan yang terbuat dari nikel antara lain velg, bumper, dan knalpot. Di samping itu, nikel juga dimanfaatkan untuk material bahan bangunan dan rel kereta api.

Bahan Utama Baterai Isi Ulang

Manfaat nikel yang juga tak kalah penting adalah sebagai bahan utama pembuatan baterai. Berbeda dengan baterai sekali pakai, baterai yang terbuat dari nikel merupakan baterai sekunder yang bisa diisi ulang.

Dua jenis baterai berbahan nikel yang populer dan paling banyak digunakan adalah Lithium-ion (Li-ion) Nickel-Cadmium (Ni-Cd) dan Nikel Metal Hidrida (NiMH). Jenis baterai berbahan dasar nikel kerap dimanfaatkan sebagai sumber energi peralatan elektronik, termasuk smartphone. Dan masih banyak manfaat yg lain nya.

Masyarakat Pertambangan Indonesia (MPI) akan terus hadir sebagai lembaga Edukatif dalam memberikan informasi dan komunikasi, juga konsultasi kepada semua pihak yang membutuhkan kepastian akan SUMBER DAYA MINERAL yang ada didalam Perut Bumi negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dengan jumlah mineral yang cukup besar Maka negeri ini semestinya mampu mengkapitalisasi ESDM nya agar dapat menjadi Skema baru dalam upaya memberikan kemudahan bagi pemilik IUP dan Seterusnya (Pengusaha) untuk mendapatkan Modal Usaha/modal kerja yang akan menjadikan kepastian laba rugi dalam mengelolah unsur mineral yang ada dalam IUP mereka.

Sebagai Penutup MPI akan terus bersama seluruh anggota dan masyarakat Indonesia dalam mewujudkan cita-cita NKRI sebagai Bumi yang kaya akan ESDM-energy sumberdaya Mineral, juga Rahmat bagi semesta Alam. Dan akan memperkenalkan kepada Dunia bahwa Marwah Pergaulan Pertambangan harus dimulai dari Bumi serpihan Surga, yakni Indonesia yang sangat kita cintai bersama.

Penulis: Tayeb Demara (Sekjen DPN MPI)

Potretsultra
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.