Kuliah Perdana Magister Unsultra Gagas Hukum Lingkungan dan Pertambangan Oleh Wakil KPK RI

Keterangan Gambar : Rektor Unsultra Prof Andi Bahrun, memberikan Cindera mata kepada Wakil KPK RI La Ode Muhammad Syarif usai membawa materi Kuliah Umum Perdana Mahasiswa Magister Ilmu Hukum Unsultra,di Salah satu hotel Kendari,Senin (24/6/2019) (Foto:La Ismeid)

KENDARI – Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) terus melakukan terobosan baru dalam meningkatkan kualitas serta mengoptimalkan sumber daya civitas akademika baik dosen maupun mahasiswa.

Kali ini bertepatan dengan kuliah umum perdana mahasiswa Pascasarjana Ilmu Hukum, kampus berslogan Seksi ini menghadirkan Wakil KPK RI Dr La Ode Muhammad syarif SH LLM Phd, dengan materinya menggagas “Hukum Lingkungan dan Pertambangan”.

“Kami undang beliau (La Ode Syarif, red) kapasitasnya sebagai Pakar Hukum Lingkungan International, untuk mengisi kuliah perdana magister Hukum,” ujar Rektor Unsultra Prof Andi Bahrun, Senin (24/6/2019).

Kata Andi Bahrun, menghadirkan komisioner anti rasuah tersebut, salah satu strategi Unsultra untuk meningkatkan dan mengoptimalkan proses kualitas pembelajaran. Selain itu, lanjut Andi Bahrun, ouput yang bisa dicapai yaitu dapat meningkatkan wawasan keilmuan dan kompotensi mahasiswa terkait hukum lingkungan dan pertambangan.

Andi berharap adanya kuliah perdana yang dibawakan La Ode Syarif, dapat menjadi motivasi dan spirit serta menambah keilmuan mahasiswa dalam bidang ilmu hukum. Kata Andi Bahrun, melalui kuliah perdana La Ode Syarif menunjukan pelanggaran hukum dan peluang terjadinya pelanggaran hukum.

Guru besar UHO ini berpesan mahasiswa Unsultra harus lebih ektra berprestasi dan berkompetesi tidak bisa sama dengan yang lain. Seyogianya harus memiliki ilmu yang lebih dari yang lain. “Minimal punya kompetesi keilmuan menguasai matematika dan bahasa asing. Jika ilmu itu  tidak dimiliki maka akan menjadi kelemahan kita untuk bersaing dengan lainya seperti yang disampaikan La Ode Syarif,” jelasnya.

Hadir kuliah umum perdana Pascasarjana Unsultra yakni mahasiswa, dosen Unsultra, segenap unsur birokrasi Pemprov dan Pemda, penegak hukum serta pemangku kepentingan dan stakeholder lainnya guna mendapatkan informasi terkait hukum lingkungan dan pertambangan.

Laporan: La Ismeid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *