Kongres PAN V Ricuh, Pasukan Gegana Brimobda Sultra Siaga

Keterangan Gambar : insiden kericuhan Kongres PAN di Kendari (Foto:Ismed)

KENDARI – Jelang hari ke 2 Selasa (11/2), Kongres PAN di Kendari ricuh. Puluhan pendukung Mulfachri Harahap mengalami luka-luka. Insiden tersebut berlansung selama 20 menit setelah aparat kepolisian pasukan gegana Brimob Polda Sultra turun mengamankan arena lokasi kongres.

Atas insident tersebut, puluhan pendukung Mufachri Harahap mengalami luka, dan kaca pintu masuk balroom hotel claro pecah berhamburan. Selain itu, para pendukung pun berkejar-kejaran.

Pantauan awak media di arena kongres, kericuhan terjadi ketika para pendukung Calon Ketua Umum (Caketum)  Mulfachri memasuki ruang kongres. Setelah berada di pintu masuk ruang kongres, pendukung MH meminta ruang kongres dikosongkan.

Mereka meminta ruangan kongres dikosongkan, karena menduga peserta yang ada di dalam ruang kongres bukan voters atau pemilik suara.Tetapi peserta di dalam kongres tetap bertahan.

Akibat kericuhan tersebut, sejumlah peserta terluka di bagian kepala, terkena lemparan kursi. Kericuhan itu berlangsung selama beberapa menit. Kericuhan mulai mereda saat polisi dan Satgas PAN turun tangan membantu menenangkan para peserta.

Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan pengamanan di arena kongres untuk mencegah agar tidak terjadi kericuhan kembali.

Sebelumnya, kericuhan juga terjadi saat rapat pleno pertama yang beragendakan pembahasan tata tertib. Kericuhan itu membuat rapat kongres PAN di skorsing hingga pukul 14.00 Wita.

Caketum PAN Mufachri-Hanafi menyatakan dinamika ini soal kecil lah dan sebenarnya tidak akan terjadi seandainya stteering committee (SC) menyelesaikan kontroversi masalah kepesertaan. Mudah-mudahan tidak mengganggu jalannya kongres.

MH mengatakan memang dari awal, registrasi kepesertaan di kongres V PAN sangat buruk, karena banyak tanda peserta yang beredar kepada mereka yang berhak.

“Itu yang kita persoalkan. Kita ingin masuk ke kongres tanpa persoalan kepersetaan.Itu dari seminggu yang lalu kita sampaikan agar SC menyelesaikan kontroversi masalah kepersetaan, itu yang berkali-kali kita sampaikan agar ketika ada di Kendari dalam melaksanakan kongres tidak ada lagi hal-hal  yang bisa memicu seperti yang terjadi seperti sekarang ini,” katanya.

Ia juga sudah meminta agar ruangan kongres dikosongkan, tapi pihak SC tidak mengindahkan. Setelah ruangan kosong baru sama-sama verifikasi, siapa yang berhak berada di dalam ruangan.

“Jadi toleransi yang kita berikan terkait  kepesertaan sudah lebih dari cukup. Bagaimana mungkin kita mau melakukan proses kongres dengan baik, khususnya yang terkait  dengan pemilihan caketum kalau ruangan tidak dikosongkan.Banyak orang yang tidak berhak berada di ruangan itu, tapi mereka berada di dalam ruangan,” tegas MH.

“Kemudian beberapa kesepakatan dibatalkan secara sepihak jadi saya kita toleransi yang kami berikan sudah lebih dari cukup,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, situasi kembali kondusif dan terlihat ratusan pasukan gegana brimoda Polda diturunkan mulai berjaga ketat baik diluar hotel arena kongres maupun didalam arena kongres.

Laporan: La Ismeid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *