Kampus UMB Didemo Mahasiswanya, Pertanyakan Akreditasi Prodi

Keterangan Gambar : Suasana Aksi Mahasiswa UMB

Potretsultra

BAUBAU – Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Lembaga Pergerakan Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (LPM-PGSD) menggelar aksi menuntut akreditasi program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar di depan gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Buton (UMB) pada Rabu, (16/10/2019).

Menghadapi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019 yang akan diselenggarakan akhir Oktober ini di seluruh Indonesia, puluhan mahasiswa UMB menggelar aksi menuntut peningkatan akreditasi Program Studi PGSD.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Muhammad Irsal menjelaskan bahwa aksi yang lakukan untuk meminta peningkatan akreditasi. Pasalnya, kata dia, akreditasi kampus menjadi salah satu penunjang dalam mengikuti tes penerimaan CPNS Tahun 2019.

Aksi tersebut, lanjut Irsal, bukan aksi yang pertama kali dilakukan. Tuntutan terkait peningkatan akreditas program studi PGSD sudah sering gaungkan oleh mahasiswa sebelumnya. Akan tetapi tidak ada realisasi nyata dari Rektorat UM Buton.

“Hari ini kami menuntut rektorat untuk meningkatkan akreditasi jurusan PGSD dari C ke akreditasi B, perlu diketahui bahwa gerakan ini bukan gerakan yang pertama kali, senior-senior kami sebelumnya sudah pernah menggelar aksi dengan tuntutan yang sama, namun tuntutan itu tidak pernah terealisasi”. teriak Irsal.

Selain itu, massa aksi juga menyoal fasilitas kampus dan organisasi Internal. Pendemo meminta rektorat untuk menyediakan laboratorium khusus program studi PGSD serta meminta Dekan FKIP UMB untuk menunjuk pelaksana jabatan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (BEM-FKIP).

Dalam pantauan media Potretsultra.com, sempat terjadi aksi saling dorong antara massa aksi dan pihak keamanan (Seccurity) saat massa aksi hendak masuk menuju ruangan rektor. Akibatnya, salah seorang masa aksi berinisial IS mendapatkan pukulan di lengan kanannya.

“pada saat menuju rektorat, kami dihalangi pihak keamanan kampus didepan pagar lalu kami memaksa masuk akhirnya terjadi saling dorong, tiba-tiba saya didorong dan dipukul dilengan kananku,” tutur IS saat ditemui di lokasi kejadian.

Massa aksi berharap agar semua tuntutan dapat terealisasi dengan baik. Jika tuntutan massa aksi tidak direalisasikan, maka massa aksi berjanji akan kembali dengan massa yang lebih banyak lagi.

Laporan: Irfan

Potretsultra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *