Jokowi Didesak Segera Mekarkan Kepulauan Buton

Keterangan Gambar : Perangkat Adat Kesultanan Buton Saat Mendeklarasikan Pemekaran Provinsi Kepulauan Buton (Foto: IST)

Potretsultra

BAUBAU – Suara pemekaran Provinsi Kepulauan Buton (Kepton) kembali menggema. Kali ini disuarakan oleh Gerakan Masyarakat (Germa) Kepton Nusantara.

Deklarasi pembentukan Provinsi Kepton digelar oleh Geram Kepton Nusantara sekaligus pembacaan maklumat oleh Sultan Buton ke-40, La Ode Izat Manarfa di Istana Ilmiah, Kota Baubau, Selasa (25/05/2021) lalu.

Maklumat ini berisi desakan kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) agar segera memekarkan Provinsi Kepton. Maklumat dibacakan langsung oleh Sapati Kesultanan Buton, La Ode DJabaru yang didampingi Sultan Buton beserta seluruh perangkat Kesultanan Buton di wilayah cakupan Kepton.

Dalam maklumat tersebut, 6 Kota/Kabupaten yang ada di wilayah Kepulauan Buton yang merupakan eks Kesultanan Buton diantaranya, Kota  Baubau, Kabupaten Buton, Buton Utara, Buton Selatan, Buton Tengah, dan Wakatobi mendesak Presiden Joko Widodo untuk menyikapi secara arif tuntutan masyarakat Buton untuk membentuk daerah otonomi baru yang disuarakan sejak awal kemerdekaan Republik Indonesia sesuai dengan asal usulnya.

Dalam maklumat tersebut juga, tertulis bahwa Kesultanan Buton sebagai wilayah kerajaan berdaulat telah mempunya falsafah dasar dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Konstitusi tertulis dalam penyelenggaraan pemerintahan, lambang dan bendera serta bahasa persatuan dan mata uang tersendiri.

Struktur pemerintahan dan pembagian kekuasaan antara legeslatif dan eksekutif sebagai sebuah kesultanan yang menyelenggarakan pemerintahannya selama berabad-abad sebelum Indonesia merdeka yang dipimpin oleh 6 Raja dan 38 Sultan.

Jendral  Geram Kepton,  Masrizal Mas’ud menegaskan, pemerintah daerah yang pada hakekatnya menjamin pembentukan daerah otonomi baru. Dimana daerah tersebut dibentuk berdasarkan asal usul historis dan sejarahnya, baik sebagai eks wilayah kerajaan maupun merupakan eks wilayah Kesultanan yang pada awalnya telah menyatakan diri bergabung dalam wilayah Negara Republik Indonesia.

Potretsultra

“Ya kalau berbicara kenapa Kepton harus mekar, kita tidak menuntut jika lebih banyak aspek undang-undang tapi kita lebih pendekatan sejarah sekalipun nanti kita akan masuk pada aspek yuridis undang-undang tapi kita mencoba mencari hal yang spesifik sehingga bisa diperhatikan seperti Papua dengan otonomi khususnya,” kata Rizal.

Lanjut Rizal, karena begitu banyak daerah yang coba mengusulkan, maka Kepton ini mencari ciri khas yang sekiranya bisa diperhatikan oleh pusat. Maka yang dipakai adalah pendekatan sejarah hingga pada hari ini Germa Kepton Nusantara mengajak pihak kesultanan untuk mendeklarasikan maklumat rakyat.

Dalam deklarasi dan pembacaan maklumat itu, tambah Rizal, tidak ada satupun kepala daerah wilayah cakupan Kepton meliputi Kota Baubau, Kabupaten Buton, Buton Utara, Buton Tengah, Buton Selatan dan Wakatobi yang hadir.

Dengan ketidak hadiran para kepala daerah wilayah cakupan, La Ode Masrizal Mas’ud mengaku kecewa dan sangat menyangkan. Padahal, masing-masing kepala daerah telah ditemui secara langsung dan menyusul kemudian undangan. Namun demikian, pihaknya memaklumi ketidakhadiran para kepala daerah dengan alasan kesibukan.

“Terkait ketidakhadiranya Kepala Daerah wilayah cakupan kami sangat sayangkan. Sehingga bagi pemuda, kepala daerah di enam daerah wilayah cakupan ini merupakan representasi dari kita semua. Bahkan kita sudah undang, tetapi mungkin ada kesibukan lain namanya kepala daerah, tentu banyak kesibukannya,” kata Masrizal Mas’ud usai kegiatan deklarasi.

Ditempat yang sama,  sebelum meninggalkan kegiatan, La Ode Djabaru selaku perangkat Kesultanan Buton dengan harapan yang sama agar Kepton segera mekar. Ia mengajak semua elemen untuk mendoakan bersama agar Kepton secepatnya bisa dimekarkan.

“Jadi diharapkan dengan do’a kita semua semoga Kepulauan Buton ini segera mekar,” singkatnya.

Laporan: Redaksi

Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *