Integrasi Perkaderan dan Pendidikan sebagai Masa Depan HMI

Keterangan Gambar : Ketua Umum PB HMI Periode 2013 - 2015, Arief Rosyid Hasan (Sumber: Akun Youtube Bank BSI Region Makassar)

Potretsultra

OPINI – Siang tadi oleh Kanda Ferry Mursyidan Baldan, kami diundang melanjutkan perjuangan Bang Akbar Tandjung dan kawan-kawan di Yayasan Bina Insan Cita untuk menjadikan HMI sebagai Centre of Excellence, masa depan umat dan bangsa, di Indonesia dan dunia.

Saya menyampaikan gagasan pentingnya perkaderan dan pendidikan yang terintegrasi, sejak masuk perkaderan HMI hingga lulus dan melanjutkan pendidikan selanjutnya di dalam dan luar negeri. Sebaran kader dan alumni HMI kini tak hanya di kampus-kampus seluruh Indonesia, juga di berbagai penjuru dunia.

HMI akan terus melahirkan kader-kader terbaiknya, mengisi berbagai ruang strategis dalam meneguhkan komitmen keumatan dan kebangsaan, hanya dan cuma dengan menjaga beningnya mata air perkaderan HMI.

Kehadiran Yayasan Bina Insan Cita (YBIC) yang sejak lama memberi beasiswa pendidikan dan mengelola Graha Insan Cita sebagai tempat perkaderan telah dirasakan kehadirannya oleh ribuan kader HMI.

Lalu dilengkapi oleh Yayasan Insancita Bangsa (YIB) yang menyediakan program untuk kader-kader terbaik  HMI yang bermimpi melanjutkan pendidikannya ke luar negeri, mungkin ada puluhan orang yang telah dan akan selesai.

Sejak setahun lalu dipimpin oleh almarhum Mulyadi, Yayasan Perkaderan Insan Cita (YPIC) membantu puluhan perkaderan LK2 dan LK3. Yang terbaru beberapa waktu lalu, kita kelahiran kampus startup digital pertama Universitas Insan Cita Indonesia (UICI).

YBIC, YIB, YPIC, dan UICI adalah berbagai ikhtiar HMI dan alumninya dalam mewujudkan salah satu tujuan bernegara kita yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Tentu sebagai kelanjutan dari tujuan ber-HMI, terbinanya 5 kualitas insan cita.

Integrasi HMI, Yayasan, dan Universitas di atas menjadi sebuah kekuatan besar dalam mendorong masa depan umat dan bangsa yang gemilang. Dari hulu ke hilir akan saling menopang satu sama lain.

Ikhtiar ini tentu akan semakin mengakselerasi kemajuan Indonesia dan Islam, sekaligus mempersempit ruang gerak para penumpang gelap yang mulai menyelinap di ruang perkaderan HMI.

Penulis: Arief Rosyid Hasan (Ketua Umum PB HMI 2013-2015)

Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *