Epicentrum Politica Beberkan Strategi Rebut Hati Pemilih Milenial

Keterangan Gambar :

Potretsultra

KENDARI – Epicentrum Politica menggelar diskusi publik tentang strategi menggaet pemilih milenial di salah satu Warkop di Kendari, Minggu (22/07/2018).

Sebagai narasumber, Direktur Epicentrum Politica, Iin Fitriani mengungkapkan, pemilih milenial yaitu merujuk pada pemilih muda berusia 17 hingga 35 tahun yang karakternya saat ini lebih dominan disebut sebagai generasi milenial. Kata Iin, potensi pemilih milenial untuk Sulawesi Tenggara, cukup besar.

“Berdasarkan DPT Sultra tahun 2018, potensi milenialnya itu mencapai 37,21 persen atau 619.543 orang,” ungkap Iin saat memaparkan materinya.

Pemilih milenial itu, lanjut Iin, potensi partisipasi politiknya sangat rapuh. Namun, ia memiliki kecenderungan untuk memverifikasi sendiri preferensi kandidat dibandingkan hanya sekedar mengambil informasi yang ada.

“Biasanya mereka (pemilih milenial, red) ini mencari sendiri informasi dari google tentang profile kandidat itu, tidak sekedar mendengar sosialisasi atau kampanye politik,” tambahnya.

Sementara itu, narasumber lainnya, Muhammad Asratillah menuturkan, untuk menggaet pemilih milenial, kandidat harus sering terekspos di sosial media. Semakin banyak terekspos maka semakin besar pula kandidat akan populer di generasi milenial.

“Politisi-politisi nasional seperti Adian Napitupulu, Fahri Hamzah, Fadli Zon, Grace Natalie itu sering terekspos di media sehingga mereka itu cukup populer di generasi milenial,” ucap peneliti di Epicentrum Politica itu.

Olehnya itu, lanjut Asratillah, untuk menggaet pemilih milenial salah satu strateginya yaitu para kandidat harus memiliki tim cyber tersendiri untuk selalu mengekspos aktivitas atau profile kandidat di Sosial Media.

“Sehingga dengan begitu, kandidat itu akan populer namanya di generasi milenial,” pungkasnya.

Laporan: Jarman Alkindi

Potretsultra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *