Endang Kritik Gubernur Jarang Berkantor, Juru Bicara Nasdem Sebut Kritikan Tendesius

Keterangan Gambar : La Ode Tariala (Foto:Ist)

KENDARI – Juru bicara Partai Nasional Demokrasi (Nasdem) Sultra, La Ode Tariala,menanggapi serius kritikan pedas kepublik yang dilontarkan Wakil Ketua DPRD Sultra Muhammad Endang, mengatakan, bahwa gubernur jarang masuk kantor dan terkesan tidak pernah bekerja juga dinilai salah kaprah.

Anggota Komisi III DPRD Sultra ini, mengungkapkan bahwa, keberadaan gubernur di luar kantor itu juga merupakan bagian dari menjalankan kerja-kerja pemerintahan.

Menurutnya kritikan Endang sangat tendesius tidak tepat, dan terkesan tidak paham pemerintahan. Bahwa perlu diketahui dalam pemerintahan itu ada pembagian tugas. Kinerja membangun daerah itu bukan hanya tugas pemerintah saja,namun kerja bersama seluruh stakeholder dan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompimda)
lainnya.

“Jangan salah arti ketika gubernur sedang berada di Jakarta. Keberadaan gubernur di Jakarta itu juga sedang dalam keadaan melaksanakan kerja-kerja pemerintah. Menjalin komunikasi, meyakinkan investor agar mau ikut membantu daerah kita Sultra. Termasuk menjalin komunikasi lobi-lobi pemerintah untuk memberikan perhatian kepada Sultra dalam bentuk dukungan alokasi anggaran,” ungkapnya melalui pesan selulernnya, di Kendari, Kamis (20/2/2020).

Sedangkan untuk kerja-kerja pemerintah daerah itu diserahkan kepada wakil gubernur dan pimpinan organisasi
perangkat daerah (OPD) lainnya.

“Itulah gunanya OPD untuk membantu kerja-kerja gubernur. Dan buktinya, semua
berjalan dengan baik. Semua program strategis dan program pelayanan publik lainnya tetap berjalan sesuai
perencanaan,” tuturnya.

Untuk itu, Politisi Nasdem ini mengungkapkan bahwa kritik yang dilayangkan oleh Endang tidak berdasar, sedikit tendensius. Selain itu soal beberapa OPD yang dijabat oleh Pj dan Plt itu juga dalam proses penyelesaian. Saat ini proses asessment sedang dilakukan untuk mengisi posisi pimpinan OPD secara defenitif.

“Kerja pemerintahan itu ada proses
yang harus dilalui hingga ke pemerintah pusat. Jadi, bukan tidak bekerja namun kerja itu kini tengah berproses,”
pungkasnya.

Laporan: La Ismeid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *