Dispora Baubau Gelar Seminar, Bahas Wawasan Kebangsaan

Keterangan Gambar : Para Narasumber Seminar yang Digelar oleh Dispora Baubau

BAUBAU – Pemerintah Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Seminar Peningkatan Wawasan Kebangsaan, Kamis (05/12/2019).

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memantapkan pengetahuan pemuda tentang wawasan kebangsaan serta membangun rasa persatuan dan kesatuan masyarakat di Kota Baubau. Kegiatan ini dilaksnakan di Gedung Aula SMP Negeri 4 Baubau.

Dalam Pantauan Media Potretsultra.com, seminar kebangsaan itu dihadiri oleh Narasumber dari Anggota TNI Kodim 1413/Buton dan beberapa Organisasi Kepemudaan (OKP) di Kota Baubau. Selain anggota TNI, anggota Polres, pegawai BPBD dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Baubau juga turut hadir membawakan materi.

Suasana Kegiatan Seminar

Suasana Kegiatan Seminar

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Baubau, La Ode Darussalam menjelaskan, bahwa tujuan digelarnya kegiatan ini adalah pentingnya bagi generasi muda untuk meningkatkan wawasan kebangsaan agar semangat pemuda tetap terbangun untuk menjaga keutuhan bangsa. Pasalnya, kata dia, di zaman milenial ini tidak bisa dipungkiri akan adanya oknum-oknum yang diduga dapat mencederai pancasila sebagai ideologi bangsa.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan seminar atau dialog yang dilaksanakan oleh dinas pemuda dan olahraga. Dalam kegiatan ini kami mengundang anggota Dandim, Polres dan Kesbangpol Kota Baubau sebagai narasumber. Tujuannya adalah membangkitkan semangat pemuda dan membangun persatuan dan kesatuan masyarakat di Kota Baubau,” tutur Darussalam

Sementara itu, Pasi Intel Kodim 1413/Buton, Lettu Inf. Arifin juga menjelaskan bahwa kegiatan seminar tentang wawasan kebangsaan memang sangat penting bagi generasi muda. Hal ini untuk menguatkan kecintaan pemuda serta membangun semangat juang pemuda agar lebih mencintai bangsanya dan negaranya.

“Tadi saya diundang untuk membawakan materi wawasan kebangsaan, memang materi ini penting untuk tetap diketahui oleh pemuda agar kita tetap mengingat sejarah bangsa seperti di hari sumpah pemuda 28 agustus 1928,” terangnya.

“Semangat juang pemuda kala itu harus tetap hidup sampai hari ini agar pemuda tetap bersatu dalam menjaga keutuhan bangsa,” pungkas Arifin, usai membawakan materinya.

Laporan: Irfan Sahidin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *