Dikbud Bantah Tudingan Minimnya Gebrakan Ali Mazi di Dunia Pendidikan

Keterangan Gambar : M Ridwan Badallah SPd MM(Foto:La Ismeid)

KENDARI-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra,membatah keras atas tudingan terhadap Anggota DPRD Sultra,Yaudu Salam Ajo,atas komentarnya disalah satu media cetak di Kendari,yakni soal gebrakan Gubernur Sultra Ali Mazi dalam masa satu tahun kepemimpinan di Bumi Anoa Sultra khususnya di dunia Pendidikan sangat minim dan tidak ada yang dilakukan.

Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Sultra Asrun Lio,melalui Kepala Bidang Sosial dan Budaya Balitbang Provinsi Sultra M Ridwan Badallah SPd MM, menegaskan sangat keliru pernyataan anggota DPRD Sultra dari PKS tersebut, dalam melihat gebrakan Ali Mazi di dunia pendidikan, dan perlu diklarifikasi terhadap bersangkutan sebab ini menyangkut kasat mata pandangan publik dalam dunia pendidikan.

Pasalnya kata dia,perhatian Ali Mazi selama memimpin satu tahun terhadap dikbud sendiri sangat banyak program yang diintegrasikan untuk mendorong kualitas pendidikan.

“Jadi saya anggap sangat keliru jika ada yang menilai gebrakan Ali Mazi kurang memberi kontribusi pada kemajuan daerah khususnya peningkatan kualitas pendidikan,harusnya yang menyampaikan itu harus jelas,apa indikatornya yang tidak ada.Kalau saya mengatakan kepemimpinan Ali Mazi dalam setahun itu cukup bagus, banyak program yang mendukung kualitas pendidikan,”ungkap Ridwan saat ditemui di Kantornya,Senin (9 September 2019).

Ridwan menjelaskan,salah satu program yang dilaksanakan diknas dikbud yakni mengembangkan smart education yaitu aplikasi proses belajar yang membantu guru SMA melakukan penelitian dengan menggunakan aplikasi berbasis digital.

Selain itu masih Ridwan, lebih meningkatkan kinerja instasi pemerintahan dalam hal penanda tanganan surat yang akan di disposisi dalam wilayah kerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra),menggagas terobosan inovasi baru yakni menerapkan Aplikasi Sistem Informasi Persuratan Eletronik Perkantoran (Si-Epan).

Sistem Si Epan untuk memudahkan kinerja ketika ada perjalanan dinas diluar ataupun rapat diluar,pekerjaan bisa terlaksana.

Dan langkah tersebut sesuai tuntutan nawa cita presiden Jokowi bahwa segala sektor pemerintahan harus menggunakan era digital yaitu Revolusi Industri 4.0.

“Intinya gebrakan Ali Mazi hari ini sangat luar biasa yakni kita sudah ciptakan sistem untuk mendorong kompetensi guru.Termaksud seni budaya di Sultra sudah kami kembangkan salah satu budaya dikembangkan seribu dialeg yang ada diwilayah Buton Kota Baubau dan ini diakui sebagai budaya indonesia.Selain itu didikbud sendiri kami mulai menggenjot bahan ajar multimedia,”terangnya.

Jadi kata dia,pengembangan kualitas pendidikan terintegratif kerjasama antara bidang pendidikan dengan dinas lainya.Belum lagi pemberian beasiswa pendidikan berbasis prestasi dan tahun ini segera diberikan kepada mereka yang memenuhi kriteria.

Jadi progres Ali Mazi satu tahun ini trendnya cukup bagus dalam lingkup pendidikan dan Kebudayaan dan program tersebut belum dilakukan pemerintahan sebelumnya.

Untuk lebih jelas gebrakan Ali Mazi  dalam dunia Pendidikan dan Kebudayaan Ia ingin berdialog lansung dengan anggota DPRD Yaudu Salam Ajo,dan siap menyampaikan fakta-fakta rill program yang sudah dijalankan untuk mendukung pembangunan sumber daya masyarakat Sultra pada umumnya

Laporan: La Ismed

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *