Diduga Gunakan TKA Ilegal, Sejumlah Mahasiswa UHO Polisikan PT VDNI

Keterangan Gambar : Para Mahasiswa yang Melaporkan PT VDNI ke Polda Sultra (Foto: IST)

KONAWE KEPULAUAN – Sejumlah mahasiswa di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melaporkan PT VDNI ke Polda Sultra, Jumat (20/3/2020) kemarin.

Sejumlah mahasiswa tersebut terdiri atas Ketua Badan Ekeskutif Mahasiswa (BEM) FEB UHO, Muhammad Gustam bersama pengurusnya, Ketua BEM FMIPA UHO, Muhammad Fitrayasa, anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) DPM Fakultas Hukum UHO, La Ode Rasyidin Arafa dan wakil ketua HMJ Akuntansi FEB UHO, La Ode Wahidin Arafa.

Para aktivis mahasiswa UHO itu menyerahkan laporan aduan beserta bukti-bukti yang didapatkan ke Polda Sulawesi Tenggara terkait dugaan penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal yang diduga dilakukan oleh PT VDNI.

Hal ini diungkapkan Menteri Teknologi Informasi dan Komunikasi BEM UHO, Muhammad Jafar Sidik. Kata dia, di tengah hiruk pikuk Virus Corona, PT VDNI diduga masih tetap saja mendatangkan 49 TKA asal China. Padahal diketahui bahwa China merupakan negara terjangkit Covid-19 dengan memakai visa kunjungan via Bandara Halu Oleo Kota Kendari.

“PT VDNI seakan memperlihatkan arogansinya dimana seharusnya peduli dengan kesehatan dan keselamatan masyarakat khususnya Sultra,” ujar Jafar.

Menurut Jafar, PT VDNI tidak boleh sekedar mengejar profit perusahaan. Namun juga wajib memperhatikan keselamatan masyarakat Sultra. Atas hal tersebut, lanjut Jafar, maka pihaknya menuntut agar PT VDNI diproses secara hukum atas dugaan menggunakan TKA secara ilegal sesuai UU nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pasal 185 jo ayat 42 dan PP nomor 20 tahun 2018 tentang penggunaan TKA.

“Demi keselamtan masyarakat Sultra maka Kami mendesak pula kepada pihak terkait untuk melockdown PT VDNI yang kami duga beberapa TKA yang berasal dari Tiongkok memiliki propability besar telah terjangkit virus Corona sehingga areal tersebut perlu disterilisasi,” terangnya.

“Kami akan terus mempresur hal ini, baik melalui parlemen jalanan maupun di jalur diplomatis, dan perlu diketahui bahwa hanya kematian yang kemudian menghalangi perjuang suci ini,” tegasnya.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *