Bupati Buteng Dipolisikan, Praktisi Hukum: Jangan Takut, Adu dengan Bukti

Keterangan Gambar : Muhammad Zakir Rasyidin (Foto:IST)

BUTON TENGAH – Kasus dugaan ijazah palsu kepala daerah kini kembali muncul di permukaan publik Sulawesi Tenggara (Sultra).

Bupati Buton Tengah (Buteng) Samahuddin disebut-sebut menggunakan ijazah palsu dengan gelar Sarjana Ekonomi (SE) dari Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen – Makassar.

Samahuddin kini dikabarkan telah dilaporkan oleh sekelompok masyarakat Buteng ke Polda Sulsel pada Sabtu (30/11/2019) dengan Laporan Polisi Nomor : LP-B/439/XI/2019/SPKT POLDA SULSEL.

Kasus dugaan ijazah palsu yang menyeret nama Bupati Buteng Samahuddin itu membuat praktisi hukum, Muhammad Zakir Rasyidin ikut berkomentar. Menurutnya, laporan ke Polda Sulsel itu sah-sah saja dibuat oleh sekelompok orang, namun yang terpenting dalam laporan polisi adalah bagaimana membuktikan laporan itu.

“Sebab dalam KUHAP menetapkan seseorang sebagai tersangka minimal didukung dengan dua alat bukti yang cukup,” ujar Zakir via selulernya, Sabtu (7/12/2019).

Oleh karenanya, pengacara muda asal Kota Baubau ini mengatakan, bahwa Bupati Buteng tak perlu risau terkait laporan tersebut.

“Sepanjang Bupati Buteng tidak merasa melakukan pemalsuan, ya gak perlu takut, karena penegakan hukum saat ini sudah sangat transparan, dengan menjunjung tinggi prinsip profesional, modern dan terpercaya,” jelasnya.

Laporan: Redaksi

Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *