BTS Patande Kembali Diaktifkan, Wawonii Tenggara dan Selatan Prioritas Selanjutnya

Kadis Kominfo dan Persandian Konkep, Jamhur Umirlan (Foto: IST)
Keterangan Gambar : Kadis Kominfo dan Persandian Konkep, Jamhur Umirlan (Foto: IST)

KONAWE KEPULAUAN – Setelah satu tahun mengalami non aktif, kini masyarakat Desa Patande Kecamatan Wawonii Timur Laut Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) kembali menikmati jaringan seluler.

Menurut Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Konkep, Jamhur Umirlan, Base Transceiver Station (BTS) Desa Patande Kecamatan Wawonii Timur Laut sudah on-air atau kembali diaktifkan setelah mengalami non aktif karena sedang mengalami perbaikan.

“Alhamdulillah BTS di Patande sudah kembali aktif,” ujar Jamhur kepada Potretsultra.com, Rabu (27/2/2019).

Lanjut Jamhur, BTS di Desa Patande ini diketahui mengalami non aktif sejak bulan November 2017 lalu. Namun, saat ini telah kembali aktif dimulai pada 25 Februari 2019.

“Ini mulai aktif pada 25 Februari 2019, kalau stilah di KOMINFO itu di reborn atau direhabilitasi, karena usianya sudah 5 tahun. BTS ini resmi berdiri pada tahun 2013,” terang mantan Kadis Pemberdayaan Masyarat Desa (PMD) Konkep itu.

Jamhur Umirlan juga menjelaskan, proses rehabilitasi BTS di Desa Patande Kecamatan Wawonii Timur Laut itu menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2018 melalui tender atau lelalng proyek.

“Ini dari APBN 2018, tender atau lelang proyeknya di pusat melalui BAKTI Kominfo RI,” jelasnya.

Tambah Jamhur Umirlan, peningkatan pelayanan infrastruktur telekomunikasi ini merupakan salah satu visi misi yang diusung Bupati Konkep, Amrullah bersama Wakil Bupati Andi Muhammad Luthfi.

“Ini juga merupakan visi misi Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati untuk membuka akses keterisolasian wilayah di Konkep,” tambahnya.

Sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membidangi pembangunan infrastruktur telekomunikasi, Jamhur terus berupaya untuk merealisasikan pembangunan tersebut pada daerah-daerah blank spot atau daerah-daerah yang belum ada titik sinyalnya.

“Jadi pada daerah-daerah yang belum ada titik sinyalnya itu menjadi tanggung jawab kami, namun disadari bahwa kendala selama ini Pemda belum memiliki anggaran yang cukup untuk membangun itu,” ujarnya.

Sehingga, menurut Jamhur, selama ini proyek-proyek pembangunan BTS di Konkep itu masih menjemput program-program yang ada di Kemkominfo RI atau melalui Bakti sehingga terkesan ini agak lambat menentukan atau merealisasikan program-program pembangunan infrastruktur telekomunikasi di daerah-daerah yang belum memiliki titik sinyal.

Jamhur Umirlan juga menyampaikan, sebagai hasil konsultasi program pembangunan infrastruktur telekomunikasi untuk tahun anggaran 2019 di Kemkominfo RI sebagaimana perencanaan pusat melalui Bakti, Konkep direncanakan bakal diberikan pembangunan tower BTS mini pada titik-titik blank spot.

“Jadi sebagaimana perencanaan pusat melalui Bakti kita akan diberikan lagi untuk pembangunan tower BTS mini pada titik-titik blank spot khususnya di kecamatan Wawonii Tenggara dan Wawonii Selatan,” katanya.

Selain itu, Jamhur juga membeberkan hasil capaian program Dinas Kominfo dan Persandian Konkep untuk tahun 2018, Kemkominfo RI mengucurkan bantuan berupa fasilitas Wifi pada kantor-kantor Puskesmas dan beberapa unit sekolah.

“Puskesmas Wawonii Tengah dan Puskesmas Wawonii Utara itu sudah punya Wifi, itu bantuan Kominfo. Sedangkan untuk sekolah itu SMAN 1 Wawonii Tengah, SMP Satap Batumea, SMPN 1 Wawonii Tengah, SMAN 1 Wawonii Utara termasuk SMK kesehatan di Wawonii Barat,” pungkasnya.


Laporan: Jubirman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *