BTS Jaringan 4G Nambo Jaya dan Wunse Jaya Segera Dibangun

Keterangan Gambar : Tim Survei BAKTI Sedang Opening Site di Desa Nambo Jaya

Potretsultra

KONAWE KEPULAUAN – Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe Kepulauan (Konkep) terus bergerak menggenjot pembangunan di sektor Komunikasi dan Informasi (Kominfo).

Hal ini sejalan dengan misi Bupati Konkep, Ir. H. Amrullah, MT dan Wakil Bupati Andi Muhammad Lutfi, SE, MM dalam membawa tagline ‘Wawonii Bangkit. Misi ini termasuk bangkit dan ‘merdeka’ sinyal untuk Pulau Wawonii.

Tahun 2021 ini, Pemda Konkep mendapat kuota 42 site Base Transceiver Station (BTS) jaringan 4G. Namun yang terprogres cepat baru dua desa yakni Desa Nambo Jaya dan Desa Wunse Jaya. Kedua desa tersebut terletak di Kecamatan Wawonii Tenggara. Selama ini memang Desa Nambo Jaya dan Desa Wunse Jaya dikenal sebagai wilayah yang paling terisolir di Wawonii Tenggara karena masih masuk area blank spot.

Kepala Dinas Komonfo dan Persandian Konkep, Jamhur Umirlan, S.Pd mengungkapkan, sesuai tahapannya bahwa pekerjaan proyek BTS ini dimulai dari tahap perencanaan, tahap survei, tahap opening site (pembukaan lahan), tahap pembangunan tower, dan terakhir on air.

“Kalau khusus Nambo Jaya dan Wunse Jaya sudah masuk pada tahapan opening site atau pembukaan lahan. Artinya sebentar lagi sudah masuk pekerjaan fisik atau bangunan tower jaringannya,” ujar Jamhur Umirlan saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (9/8/2021).

Rencananya, lanjut Jamhur, akhir Bulan Agustus 2021 ini pembangunan tower jaringan 4G khusus Desa Nambo Jaya dan Desa Wunse Jaya tersebut sudah akan dibangun.

menurut Jamhur, dari 42 kuota BTS untuk wilayah Konkep tahun ini, yang sudah memenuhi opening site atau tahap persiapan pembangunan fisik itu baru Desa Nambo Jaya dan Desa Wunse Jaya. Sedangkan 40 desa lainnya itu akan menyusul.

“Ini kenapa tidak sekalian, alasannya lagi-lagi masa pandemi Covid-19. kemudian banyaknya lokasi atau site yang disurvei sedangkan kondisi tenaga survei kita terbatas, sehingga pekerjaannya bertahap,” jelasnya.

Pembangunan tower jaringan ini akan memakan waktu 30 hari atau paling lama 45 hari. Hal ini pun jika memang tidak terjadi hambatan atau halangan.

“Biasanya menurut kalender pekerjaannya, satu bulan atau paling lama 45 hari pekerjaan fisik dan kalau tidak ada halangan yang menghambat pekerjaannya, itu sudah akan on air,” terangnya.

Terkait jenis operator seluler yang akan terpasang nantinya, Jamhur belum bisa memberikan kepastian apakah operator Telkomsel ataukah XL. Karena masih menunggu penentuan pemenang tender pekerjaan.

“Sebagaimana yang disampaikan oleh pihak BAKTI Kementerian Kominfo, hasil konfirmasi kami bahwa saat ini masih menunggu penentuan pemenang tender pekerjaan,” katanya.

Jamhur menegaskan, pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang terus digenjot ini merupakan upaya dalam mewujudkan misi ‘Wawonii Bangkit’. Sehingga Dinas Kominfo dan Persandian Konkep terus ‘berlari’ agar Pulau Wawonii dapat ‘merdeka’ dari sinyal.

“Ini semua dilakukan dengan hajatan besar bernama Konkep merdeka sinyal dalam mendukung program pemerintah pusat Menuju Indonesia Digital 2024,” pungkas mantan Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Konkep itu.

Laporan: Jubirman

Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *