BEM UHO: Kami Tidak Hadir di Rapat Forkopimda Bahas 500 TKA China

Keterangan Gambar : Ketua BEM UHO, Pandyi Priyono A.S (Foto: IST)

Potretsultra

KENDARI – Sejumlah mahasiswa bertanya-tanya terkait rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Tenggara yang merestui rencana kedatangan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China.

Mahasiswa dibuat heran adanya informasi yang beredar di media online bahwa rapat Forkopimda tersebut juga dihadiri oleh beberapa Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang ada di Sultra.

Dengan beredarnya berita tersebut sontak membuat publik berpikir bahwa BEM Universitas Halu Oleo (UHO) hadir dalam rapat tersebut sebagai universitas negeri terbesar di Sultra tidak mungkin tidak ada undangan

Menanggapi hal tersebut, Ketua BEM UHO Pandyi Priyono A.S yang merasa terklaim menegaskan bahwa tidak ada satu pun perwakilan pengurus BEM UHO yang ikut serta dalam rapat tersebut.

“Saya pastikan tidak ada satu pun pengurus BEM UHO yang ikut dalam rapat tersebut,” tegas Pandyi kepada Potretsultra.com, Minggu (14/6/2020).

Pandyi juga mengatakan rapat tersebut yang diketahui dilakukan pada hari Jumat Pukul 01.30 Wita di aula merah putih Rujab Gubernur sultra tentang pembahasan rencana kedatangan 500 TKA China ke Sultra sama sekali tidak ada undangan yang masuk ke BEM UHO dari pihak Gubernur sultra selaku yang mengundang.

“Saya sudah cek ke pengurus, tidak ada satupun surat masuk baik itu bentuknya elektronik atau nonelektronik bahkan juga tidak ada pemberitahuan/konfrimasi dari pihak Gubernur Syltra tentang rapat itu. Jadi sangat tidak mungkin saya atau ada pengurus sebagai perwakilan dari BEM UHO hadir disana,” bebernya.

Saat ditanyakan terkait surat undangan yang beredar, mahasiswa asal Wawonii itu mengatakan bahwa surat undangan elektronik Camscanner yang beredar tentang adanya tertera Ketua BEM UHO sebagai yang diundang memang benar. Namun surat itu tidak utuh.

“Itu bukan surat bagi saya, karena isinya hanya daftar undangan tidak ada isi suratnya tentang apa, kapan dan dimana,” ungkap Pandyi.

“Surat itu ada dua saya dapatkan melalui WA tapi bukan dari pihak gubernur dan isinya yang satu itu hanya daftar undangan dan disitu tertera Ketua BEM UHO dan yang satu lagi utuh ada isi suratnya dan daftar undangannya tetapi di daftar undangan Tidak ada Ketua BEM UHO dan semua itu saya dapatkan tinggal beberapa menit sebelum rapat itu dilaksanakan sesuai waktu dalam surat,” jelas Pandyi.

Mahasiswa Fakultas Teknik UHO ini mengecam sikap tidak komitmennya Gubernur Sultra yang sebelumnya dengan keras menolak kedatangan 500 TKA asal Cina tersebut yang kini malah merestui itu. Tak hanya itu, dirinya juga mengatakan bahwa BEM UHO tetap komitmen menolak keras kedatangan 500 TKA asal Cina ke Sultra.

Laporan: Redaksi

Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *