Beda Data Soal Utang, Dewan Kota Duga Pemkot Kendari Tak Jujur

Keterangan Gambar : Kantor DPRD Kota Kendari. (Foto: Istimewa

Potretsultra

KENDARI – Sebagian Anggota DPRD Kota Kendari semakin heran dengan jumlah utang pemerintah kota (Pemkot) kepada pihak ke tiga yang dinilai tidak transparan.

Pasalnya, dokumen belanja modal atau jumlah pembayaran utang yang diterima oleh dewan mencapai Rp 75 Miliar, sementara berdasarkan hasil pertemuan DPRD dengan Pemkot Kendari, ternyata utang mencapai Rp 128 Miliar setelah diakumulasi.

Seperti yang disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kendari, La Ode Ashar bahwa Pemkot tidak dapat memperlihatkan rincian utang sebesar Rp 128 Miliar tersebut, padahal katanya, berkas yang diterima dewan utang tersebut hanya berjumlah Rp 75 Miliar.

Akibat hal tersebut, ia menduga Pemkot Kendari tidak jujur terkait revisi APBD 2020 yang termuat dalam Perubahan Peraturan Wali (Perwali) Kota Kendari Tahun 2019 tentang Penjabaran APBD Tahun Anggaran 2020.

“Kita kan telusuri jumlah utang itu saat pertemuan, ternyata berbeda yang diserahkan ke kami dengan hasil akumulasi. Tapi, Pemkot tidak bisa menjelaskan angka Rp 128 Miliar itu dari mana dan disimpan di berkas yang mana. Jadi patut diduga ada ketidak jujuran di sini,” cetus La Ode Ashar, Rabu (11/3/2020).

Dugaan itu muncul lanjut La Ode Ashar, dikarenakan saat dimintai data By Name, By Adress terkait munculnya angka Rp 128 Miliar tersebut, Pemkot tidak mampu menjelaskannya.

Akibat perbedaan jumlah tersebut, La Ode Ashar menduga ada dua dokumen yang dimiliki oleh Pemkot dan yang diterima oleh dewan hanya sejumlah Rp 75 Miliar.

“Di sini berarti ada dua dokumen, tapi kita tidak tahu disimpan di mana. Karena dokumen yang kami terima beda dengan yang dijelaskan Pemkot. Pertanyaanya, melekat di dokumen mana itu yang Rp 128 Miliar,” duganya.

Karena menurutnya, jumlah utang tersebut bukanlah hal untuk dirahasiakan, terutama kepada DPRD Kendari

“Ini bukan data kategori yang dirahasikan, karena itu data DPRD juga hanya yang kelolah itu Pemkot. Karena ini data dibahas bersama,” terangnya.

Laporan: Kardin

Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *