Amrullah Dikritik Soal Klaim Sukses Membangun Konkep

Bupati Konkep, Amrullah (Kanan) dan wakil Bupati Konkep (Kiri), (Foto: Jubirman)
Keterangan Gambar : Bupati Konkep, Amrullah (Kanan) dan wakil Bupati Konkep (Kiri), (Foto: Jubirman)

LANGARA – Pernyataan Bupati Konawe Kepulauan (Konkep) di salah satu media tentang klaim sukses membangun Konkep menuai kritikan.

Berita itu diupload di grup Facebook Perubahan Konawe Kepulauan pada Jumat (15/2). Namun dari pantauan Potretsultra.com, saat berita ini dimuat ada 93 komentar dari netizen yang sebagian besar berkomentar mempertanyakan dimana suksesnya pembangunan konkep itu.

Wakil Ketua DPRD Konkep, Abul Rahman ikut angkat bicara soal klaim suksesnya Bupati Konkep dalam membangun daerah. Dia malah mempertanyakan tentang letak indikator dikatakan sukses membangun Konkep itu dimana.

“Dia bilang sukses itu, indikatornya dimana? Saya juga tidak tau,” tegas Rahman, Minggu (17/2/2019).

Karena kata politisi PKS itu, seorang pemimpin disebut sukses membangun apabila anggaran daerah bertambah. Padahal sejak dilantiknya pasangan Amrullah – Andi Luthfi, hingga saat ini anggaran daerah malah menurun.

“Lalu dimana keberhasilannya itu?,” katanya.

Selain itu, Abdul Rahman juga menyebut perputaran ekonomi di Konkep malah lemah dan menurun. Ia juga mengungkapkan angka kemiskinan Konkep yang bertambah dari tahun-tahun sebelumnya.

“Angka-angka kemiskinan kita juga kan malah bertambah, tidak turun,” ungkapnya.

Bantahan lain datang dari pemerhati pembangunan Konkep, Risal Ade. Kata dia, klaim Bupati Konkep, Amrullah yang menyebut sukses membangun daerah adalah nol besar.

“Melihat pembangunan Konkep dari infrastruktur, jaringan seluler serta listrik dan beberapa sektor potensi alam yang ada di Wawonii menurut saya apa yang dikatakan Pak Bupati yang sukses membangun Konkep  itu adalah nol besar,” ucap Risal Ade di salah satu Warkop di Kendari, Minggu (17/2/2019).

Kata Ade, masih banyak masyarakat Konkep yang hidup dengan ketertinggalan. Orang yang pernah ikut memenangkan Amrullah pada Pilkada 2015 lalu ini mencontohkan Kecamatan Wawonii Tenggara yang hingga saat ini belum teraliri listrik dan sebagian besar masyarakat di desa itu belum menikmati jaringan seluler.

“Masyarakat Wawonii Tenggara kasian sekali, mereka sangat menginginkan pembangunan jalan, listrik, dan jaringan,” jelasnya.

Risal Ade juga mengkritik pembangunan Konkep dari sektor pertanian dan perkebunan. Menurutnya, sebagian besar masyarakat Konkep masih impor sayur-sayuran dari Kota Kendari padahal tanah Konkep itu terbilang sangat subur.

Bahkan Risal Ade menuding pembangunan di Bumi Kelapa itu tidak terarah. Dia mencontohkan konsep pariwisata. Katanya, pada tahun 2017 Pemda melaunching pariwisata Kanopi. Namun hingga tahun 2019 ini sentuhan tangan pemerintah soal potensi alam itu belum terlihat signifikan.

“Saya katakan pembangunan pariwisata di Konkep hanya beberapa persen saja.

Selain itu, tambah Risal, Pemda Konkep menghadirkan pembangunan pasar di beberapa kecamatan tidak dimanfaatkan malah ditinggalkan begitu saja. Padahal, kata dia, harus tuntas kajian analisis manfaat sebelum diusulkan pembangunan pasar ini. Seperti, Pasar Lansilowo, Pasar Munse, dan Pasar Lampeapi.

Dari rentetan pembangunan di Konkep era pemerintahan Amrullah – Andi Luthfi, Risal Ade hanya mengapresiasi program pembangunan Sumber Daya Manusia melalui beasiswa Wawonii Cerdas.

“Tapi untuk pembangunan SDM, ya kita apresiasi pembangunan Pemda, selain itu nol besar,” tutup pemuda asal Mawa Kecamatan Wawonii Utara ini.


Laporan: Jubirman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *