76 Tahun Indonesia Merdeka, Warga Binongko Masih Dihantui Kelangkaan Air

Keterangan Gambar : Salah Satu Potret Krisis Air di Pulau Binongko (Foto: Juhlim)

Potretsultra

OPINI – Berbicara soal krisis air bersih memang bukanlah permasalahan baru di Pulau Binongko. Sudah 76 tahun Indonesia merdeka, masalah klasik ini semakin menjadi-jadi.

Sebagian besar masyarakat belum memperoleh akses terhadap air yang aman untuk dikonsumsi menjadi bukti bahwa masalah ini benar-benar membutuhkan perhatian ekstra.

Hal ini tentunya menjadi pekerjaan rumah untuk pemerintahan daerah Wakatobi. Pasalnya, air merupakan kebutuhan pokok bagi kelangsungan hidup manusia. Tubuh manusia yang 60-70 persennya terdiri dari cairan, membutuhkan air bersih untuk proses metabolisme. Selain itu, manusia juga membutuhkan air bersih untuk melakukan aktivitas sehari-hari mereka seperti memasak, mandi, mencuci, dan lain-lain.

Memang tak bisa dipungkiri, Pulau Binongko selalu dinobatkan menjadi daerah yang diduga selalu mendapatkan diskriminatif dalam hal pembangunan infrastruktur, baik jalan maupun air. Dimana masyarakat di pulau ini setiap saat selalu dihantui kelangkaan air.

Diketahui, sumber mata air yang ada di Pulau Binongko adalah Tombu-Tombu yang terletak di Desa Lagongga. Sementara, untuk memperoleh airnya harus menggunakan pompa. Namun sudah beberapa hari belakangan ini, pompa air tersebut mengalami kerusakan dan tak kunjung diperbaiki.

Sumber mata air ini letaknya jauh dari pemukiman dan berada di lokasi ketinggian sehingga berat bagi warga untuk memanfaatkan sumber mata air tersebut. Oleh karena itu kami berharap bantuan dari pemerintah untuk membuat solusi agar masyarakat Pulau Binongko tidak kekurangan air.

Di Kecamatan Binongko tercatat ada 3 Kelurahan dan 3 desa yang mendapat air dari Sumber Mata Air Tombu-Tombu yang dikelola oleh PDAM Wakatobi. Antara lain Kelurahan Palahidu, Kelurahan Rukuwa, Kelurahan Wali, Desa Jaya Makmur, Desa Lagongga, dan Desa Kampo-Kampo. Namun, yang terparah adalah Kelurahan Wali yang sudah sekian tahun tidak dialiri air.

Permasalahan air bersih di Pulau Binongko telah lama dirasakan oleh masyarakat dan sampai sekarang belum juga mendapat penyelesaian serius. Pemerintah Daerah Kabupaten Wakatobi dinilai lambat menangani krisis air bersih sehingga mengkhawatirkan masyarakat Pulau Binongko. Krisis air ini terjadi masif karena buruknya sistem antisipasi dini pemerintah daerah. Seharusnya pemda dengan cepat mendeteksi keluhan masyarakat dan kemudian menyiapkan skema mitigasi dan adaptatif untuk mengatasi krisis air.

Parahnya, PDAM Wakatobi sama sekali belum bisa menjawabi kebutuhan masyarakat akan air bersih. Kami meminta agar pemerintah daerah harus melakukan kajian atas problem kelangkaan air bersih di pulau kami. Juga harus menindak tegas pihak PDAM yang tidak efektif dalam mengatasi persoalan air ini.

Apa yang Harus Dilakukan?

Guna menyelesaikan problem ini pemerintah daerah Wakatobi harus melakukan beberapa tindakan. Salah satunya adalah pengadaan infrastruktur khususnya pengadaan pompa air dan pipa sebagai penyalur air. Berlatar data yang menyampaikan bahwa cakupan akses pelayanan air di Kecamatan Binongko baru mencapai 40 persen bahkan kurang dari itu.

Selain itu, kenyataan yang berbanding terbalik, yakni pembangunan fasilitas penyedia air yang tidak mampu mengikuti laju pertambahan penduduk yang tinggi setiap tahunnya mengakibatkan tidak terpenuhinya kebutuhan akan pasokan air penduduk.

Maka dari itu, perlu adanya kerjasama antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengatasi krisis ini. Pemerintah berkewajiban membangun fasilitas penyedia air bersih yang layak sehingga seluruh kebutuhan air masyarakat terpenuhi. Kemudian, masyarakat pun harus membantu pemerintah untuk menyelesaikan pembangunan fasilitas penyedia air bersih agar rampung dengan cepat serta merawat fasilitas tersebut agar dapat bertahan lama.

Sebagaimana petuah bijak mengatakan, suatu permasalahan apabila dikerjakan secara bersama-sama maka akan terselesaikan dengan mudah. Begitu pula dengan krisis air bersih yang akan terselesaikan dengan mudah apabila pihak pemerintah daerah dan masyarakatnya bisa bekerja sama. Manfaatnya pun akan dirasakan bersama apabila masalah ini dapat terpecahkan.

Tepat di momen peringatan HUT RI yang Ke-76 ini, Selasa (22/3), kami masyarakat Binongko mengajak pemerintah daerah untuk bahu-membahu menyelesaikan persoalan ini. Sebagai makhluk hidup yang membutuhkan air bersih untuk kelangsungan hidupnya, maka pemerintah daerah harus serius mengatasi problem tersebut.

Penulis: Juhlim (Pemuda Pulau Binongko)

Potretsultra
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *