3 Kali PT GKP Diduga Serobot Lahan, KPK dan Mabes Polri Didesak Turun ke Lokasi

Keterangan Gambar : Mobil Alat Berat yang Diduga Serobot Lahan Warga Sukarela Jaya (Foto: Redaksi)

KONKEP – Kembali berulah, tiga lahan milik warga Desa Sukarela Jaya Kecamatan Wawonii Tenggara Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) diduga diserobot oleh perusahaan tambang PT Gema Kreasi Perdana.

Ini bukan kali pertama. PT GKP tersebut diduga telah tiga kali berulah ‘nakal’ melakukan penyerobotan lahan milik warga di Desa Sukarela Jaya.

Hal ini diungkapkan salah satu warga Sukarela Jaya Kecamatan Wawonii Tenggara, Andi Siolimbona (23) saat ditemui di lokasi. Kata dia, kejadiannya itu terjadi sekira Pukul 23.00 Wita pada Jumat Malam (23/8/2019).

“Saya dikasi kabar sama Anton, katanya mereka sudah menerobos tadi malam. Saya baru dapat infonya pagi sekitar jam 8 pagi,” ujarnya kepada Potretsultra.com, Minggu (25/8/2019).

Mendengar itu, Andi bersama 6 warga lainnya langsung bergegas ke lokasi dugaan penyerobotan. Setiba di lokasi, Andi mendapati sekitar 10 orang lebih karyawan. Namun yang lain sempat melarikan diri.

“Pas sampai disana, saya lihat sekitar 10 orang lebih, disitulah kami tangkap mereka. Tapi yang berhasil ditangkap hanya 10 orang yang, yang lainnya lari. Kami tangkap karena mereka yang diduga sudah menerobos lahan warga yang belum dijual lahannya ke PT GKP,” jelasnya.

Kata Andi, 10 karyawan PT GKP yang ditangkap itu telah menandatangani surat pernyataan bermaterai. Didalamnya tertulis, ulah pengrusakan lahan oleh beberapa karyawan itu atas perintah Direktur PT GKP Bambang Murtiyoso.

Lanjut Andi, ada 4 warga Sukarela Jaya yang diduga diserobot lahannya oleh PT GKP yakni Amin L, La Baa, Wa Ana, dan Nurbaya. Didalam lahan kebun itu ditanami tanaman pala, jambu mete, kelapa, kopi, dan cengkeh.

Semntara itu di tempat yang sama, koordinator utama Front Rakyat Sultra Bela Wawonii (FRSBW) Mando Maskuri bakal mengadukan dugaan penyerobotan ini ke Polda Sultra. “Rencana kami akan laporkan ke penegak hukum dalam dekat ini,” ujar Mando.

Mando meminta Gubernur Sultra Ali Mazi dan Bupati Konkep Amrullah untuk tidak berdiam diri soal kasus dugaan penyerobotan ini. Pasalnya kata Mando, hingga tiga kali penyerobotan lahan warga di Desa Sukarela Jaya ini belum pernah dua pejabat penting itu bertandang ke lokasi.

“Kepada pemerintah baik Pak Amrullah maupun Pak Ali Mazi jangan tinggal diam soal penyerobotan ini. Sudah tiga kali terjadi, tapi pemerintah tidak pernah datang ke lokasi. Kami ini butuh perlindungan Pak, kami masih berstatus sebagai warga Konkep dan Sultra,” tegasnya.

Tak hanya itu, Mando juga mendesak Mabes Polri, KPK, Kementerian ESDM, Komnas HAM, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) agar segera turun ke lokasi tinjau langsung polemik pertambangan di Desa Sukarela Jaya Kecamatan Wawonii Tenggara.

“Kami minta pihak-pihak terkait, baik kementerian, KPK, dan Mabes Polri aga segera turun tinjau langsung lokasi polemik pertambangan, karena diduga telah menabrak sejumlah aturan,” jelasnya.

Melihat kejadian ini, Mando beranggapan seolah-olah kembali pada masa penjajahan Belanda.

“Kita seolah-olah dijajah di tanah kelahiran sendiri, seakan akan masyarakat kembali di masa perang. Selama beberpa bulan ini kami sudah bergerilya di kebun siang malam hanya menjaga lokasi jangan sampai diserobot lagi,” terangnya.

“Tadi malam saja ada dua ratus lebih orang warga Wawonii ke roko roko untuk berjaga-jaga jam 11 malam,” tambahnya.

Untuk diketahui, saat Humas PT GKP Marlion dihubungi untuk dikonfirmasi soal dugaan penyerobotan lahan ini, nomornya tidak bisa terhubungi.

Laporan: Redaksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *